PENGARUH KOMBINASI 2,4-D DAN BAP TERHADAP PERTUMBUHAN KALUS SAMBILOTO (ANDROGRAPHIS PANICULATA L.)

Ditha Klarissa Sutan (2025) PENGARUH KOMBINASI 2,4-D DAN BAP TERHADAP PERTUMBUHAN KALUS SAMBILOTO (ANDROGRAPHIS PANICULATA L.). Final Year Projects (S1) thesis, Universitas Kristen Duta Wacana.

[img] Text (Skripsi Biologi)
31210435_bab1_bab5_daftarpustaka.pdf

Download (4MB)
[img] Text (Skripsi Biologi)
31210435_bab2-sd-bab4_lampiran.pdf
Restricted to Registered users only

Download (2MB) | Request a copy

Abstract

Sambiloto (Andrographis paniculata L.) merupakan tanaman herbal yang berasal dari Asia Tenggara yang diketahui memiliki khasiat untuk mengatasi berbagai penyakit seperti demam, masalah pencernaan, serta untuk meningkatkan imun tubuh. Kandungan metabolit sekunder utama, seperti andrographolide, seringkali tidak stabil dan bervariasi dalam produksinya karena dipengaruhi oleh kondisi lingkungannya seperti perbedaan suhu, cahaya, dan ketersediaan nutrisi. Oleh karena itu, teknik kultur kalus diterapkan sebagai upaya untuk menghasilkan kalus secara cepat, stabil, dan terkontrol. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh kombinasi ZPT 2,4- D dan BAP serta menentukan kombinasi konsentrasi yang optimal dalam menginduksi dan mendukung pertumbuhan kalus Andrographis paniculata L. Eksplan daun Andrographis paniculata L. ditanam pada media Murashige and Skoog (MS) dan asam askrobat yang dilengkapi dengan sembilan kombinasi perlakuan 2,4-D dan BAP. Pengamatan dilakukan selama 28 hari, meliputi persentase pertumbuhan, waktu inisiasi, intensitas dan morfologi kalus, persentase kontaminasi dan pengukuran biomassa kalus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan tanpa ZPT tidak menghasilkan kalus (0%), yang menegaskan bahwa perlu penambahan ZPT dalam induksi kalus. Persentase pertumbuhan kalus tertinggi mencapai 80% pada beberapa kombinasi. Kombinasi perlakuan 2,4-D 1,5 mg/L dan BAP 1 mg/L terbukti paling optimal dengan waktu iniasi kalus tercepat, yaitu 17 hari, intensitas kalus tinggi, morfologi kalus hijau dan kompak, serta menghasilkan biomassa kalus tertinggi sebesar 0,314 gr. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi dasar mengenai pengaruh kombinasi 2,4-D dan BAP terhadap pembentukan serta pertumbuhan kalus Andrographis paniculata L. sebagai langkah awal pengembangan kultur kalus untuk meningkatkan ketersediaan bahan baku obat herbal yang berkualitas dan stabil.

Item Type: Student paper (Final Year Projects (S1))
Uncontrolled Keywords: 2,4-Dichlorophenoxyacetic acid (2,4-D), Andrographis paniculata L., benzyl amino purin (BAP), kalus, kultur in vitro.
Subjects: Q Ilmu Pengetahuan > Sejarah Alam > Biologi
Divisions: Fakultas Bioteknologi > Prodi Biologi
Depositing User: Arta Adi Pratama
Date Deposited: 09 Oct 2026 02:44
Last Modified: 09 Oct 2026 02:44
URI: https://repository.ukdw.ac.id/id/eprint/10630

Actions (login required)

View Item View Item