PENDAMPINGAN PASTORAL BAGI PEREMPUAN KORBAN TRAUMA BONDING DENGAN MENGGUNAKAN TERAPI KOGNITIF PERILAKU DARI AARON T. BECK

Jusmiati Karunia Malo (2025) PENDAMPINGAN PASTORAL BAGI PEREMPUAN KORBAN TRAUMA BONDING DENGAN MENGGUNAKAN TERAPI KOGNITIF PERILAKU DARI AARON T. BECK. Final Year Projects (S1) thesis, Universitas Kristen Duta Wacana.

[img] Text (Skripsi Teologi)
01210318_bab1_bab5_daftarpustaka.pdf

Download (2MB)
[img] Text (Skripsi Teologi)
01210318_bab2-sd-bab4_lampiran.pdf
Restricted to Registered users only

Download (2MB) | Request a copy

Abstract

Trauma bonding merupakan fenomena psikologis di mana korban kekerasan membentuk keterikatan emosional yang kuat dengan pelaku kekerasan, meskipun hubungan tersebut bersifat merusak, melecehkan, dan berulang kali menyebabkan penderitaan bagi korban. Fenomena atau kondisi ini dapat terjadi dalam berbagai dinamika relasional, seperti hubungan romantis, pacaran, pernikahan, keluarga, atau lingkungan kerja, di mana korban mengalami siklus kekerasan yang disertai dengan periode intermiten kasih sayang atau penghargaan dari pelaku. Siklus ini menciptakan kondisi psikologis yang membuat korban sulit melepaskan diri dan meninggalkan hubungan tersebut, meskipun mereka menyadari bahwa hubungan tersebut tidaklah sehat. Banyak alasan yang membuat korban sulit meninggalkan hubungan tersebut, tetapi alasan yang cukup signifikan mempengaruhi korban untuk mengambil keputusan meninggal hubungan tersebut karena adanya distorsi kognitif. Pikiran korban tidak lagi bersifat rasional menyikapi kekerasan yang dialami, sehingga membuatnya bertahan dalam hubungan yang toxic tersebut. Oleh karena itu, dengan menggunakan teori terapi kognitif perilaku dari Aaron T Beck, dalam tulisan ini akan dirancang sebuah bentuk pendampingan atau konseling pastoral bagi perempuan korban trauma bonding. Terapi kognitif perilaku dapat membantu korban untuk mengalami proses modifikasi pikiran irasional dan perilaku disfungsional menuju pada pemikiran yang lebih rasional dan realistis. Dalam tulisan ini, dipaparkan juga hasil wawancara yang dilakukan kepada dua perempuan (perempuan yang sudah menikah dan perempuan yang menjalani hubungan pacaran) yang menjadi narasumber dalam penelitian dan ditemukan bahwa keterikatan emosional yang terbangun dalam hubungan mereka bukan disebabkan oleh cinta atau kasih sayang yang tulus, melainkan oleh siklus kekerasan dan adanya rekonsiliasi yang menciptakan harapan palsu dalam diri korban. Serta distorsi kognitif yang turut berperan besar dalam memperkuat ikatan emosional yang tidak sehat tersebut.

Item Type: Student paper (Final Year Projects (S1))
Uncontrolled Keywords: Trauma Bonding, Pendampingan Pastoral, Terapi Kognitif Perilaku, Aaron T. Beck
Subjects: B Filsafat. Psikologi. Agama > Filsafat (Umum)
Divisions: Fakultas Teologi > Filsafat Keilahian
Depositing User: Arta Adi Pratama
Date Deposited: 25 Sep 2026 01:32
Last Modified: 25 Sep 2026 01:32
URI: https://repository.ukdw.ac.id/id/eprint/10550

Actions (login required)

View Item View Item