Anastasia Bebi Holo (2025) “MUNGKINKAH KAU MAMPIR HARI INI?” SEBUAH TINJAUAN LAGU “GALA BUNGA MATAHARI” KARYA SAL PRIADI DENGAN PERSPEKTIF FILSAFAT EKSISTENSIAL PAUL TILLICH. Final Year Projects (S1) thesis, Universitas Kristen Duta Wacana.
|
Text (Skripsi Teologi)
01210315_bab1_bab5_daftarpustaka.pdf Download (4MB) |
|
|
Text (Skripsi Teologi)
01210315_bab2-sd-bab4_lampiran.pdf Restricted to Registered users only Download (1MB) | Request a copy |
Abstract
Tulisan ini bertujuan untuk menganalisis lagu “Gala Bunga Matahari” karya Sal Priadi melalui perspektif filsafat eksistensial Paul Tillich, khususnya teori tentag kecemasan eksistensial (existensial anxiety). Lagu ini dipilih karena dinilai mengandung kedalaman makna yang tidak hanya menyuarakan perasaan kehilangan dan kerinduan, tetapi juga mengandung unsur kecemasan eksistensial yang belum banyak dikaji dalam penelitian�penelitian sebelumnya. Lirik-lirik dalam lagu ini menunjukkan pergulatan batin manusia terhadap realitas kehilangan, kematian, dan harapan, yang selaras dengan pemikiran Tillich tentang keterbatasan manusia sebagai makhluk hidup dan perlunya keberanian untuk tetap menjalani kehidupan (the courage to be) Skripsi ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis teks dan studi literatur. Penulis menganalisis struktur lirik lagu secara mendalam dan membandingkannya dengan teori eksistensial Paul Tillich yang mencakup tiga bentuk utama: kecemasan akan takdir dan kematian, kecemasan akan kekosongan dan kehilangan makna, serta kecemasan akan rasa bersalah dan penghukuman. Analisis ini juga memperhatikan latar belakang pencipta lagu serta konteks emosional dan sosial yang melatarbelakangi penciptaannya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lagu “Gala Bunga Matahari” mengandung ketiga bentuk kecemasan eksistensial tersebut. Liriknya mencerminkan kenyataan bahwa hidup bisa berakhir, kerinduan akan makna dalam relasi yang telah hilang, dan usaha untuk berdamai dengan realitas kehilangan. Tulisan ini menyimpulkan bahwa lagu ini tidak hanya menjadi sarana ungkapan perasaan, tetapi juga sebagai ruang refleksi teologis dan filosofis terhadap keberadaan manusia. Dengan demikian, musik populer dapat menjadi sarana yang sah dan relevan dalam menjembatani pengalaman eksistensial manusia dengan pemahaman teologis yang mendalam.
| Item Type: | Student paper (Final Year Projects (S1)) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | gala Bunga Matahari, Paul Tillich, kecemasan eksistensial, keberanian untuk menjadi. |
| Subjects: | B Filsafat. Psikologi. Agama > Filsafat (Umum) |
| Divisions: | Fakultas Teologi > Filsafat Keilahian |
| Depositing User: | Arta Adi Pratama |
| Date Deposited: | 24 Sep 2026 06:56 |
| Last Modified: | 24 Sep 2026 06:56 |
| URI: | https://repository.ukdw.ac.id/id/eprint/10546 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
