FAKTOR PREDIKTOR KEJADIAN KEJANG DEMAM PADA ANAK

MARSELINA JUNI SANTIKA (2025) FAKTOR PREDIKTOR KEJADIAN KEJANG DEMAM PADA ANAK. Final Year Projects (S1) thesis, Universitas Kristen Duta Wacana.

[img] Text (Skripsi Kedokteran)
41200523_bab1_bab5_daftarpustaka.pdf

Download (2MB)
[img] Text (Skripsi Kedokteran)
41200523_bab2-sd-bab4_lampiran.pdf
Restricted to Registered users only

Download (8MB) | Request a copy

Abstract

Latar Belakang: Kejang demam merupakan kejang yang ditandai dengan kenaikan suhu tubuh diatas 38°C, umumnya terjadi pada anak usia 6 sampai 59 bulan dan tidak disebabkan oleh proses intrakranial, gangguan elektrolit ataupun gangguan metabolik lainnya dengan tingkat kejadian tertinggi di Asia sebesar 14% di kepulauan Mariana Guam. Prevalensi kejadian kejang demam pada anak terbaru di Indonesia belum diketahui secara pasti dan hanya didapatkan melalui data kasus kejadian kejang demam di sejumlah rumah sakit dan sejumlah puskesmas, sehingga data insidensi mengenai kejang demam secara keseluruhan belum didapatkan di Indonesia. Kejadian kejang demam belum diketahui secara pasti penyebabnya dan beberapa penelitian menghubungkan berbagai faktor risiko atau faktor prediktor yang meningkatkan kejadian kejang demam pada anak. Tujuan: Untuk mengetahui faktor prediktor tertentu yang berhubungan dengan kejadian kejang demam pada anak. Metode Penelitian: Jenis penelitian yang dilakukan adalah retrospektif kuantitatif noneksprimental dengan desain penelitian yaitu case control study. Sampel berjumlah 100 yaitu sampel kasus 50 dan sampel kontrol 50 anak dengan diagnosis kejang demam dan demam tanpa kejang yang tercatat dalam rekam medis Rumah Sakit Bethesda Yogyakarta. Analisis yang digunakan adalah analisis univariat, bivariat dan multivariat. Hasil Penelitian: Ditemukan adanya hubungan yang signifikan antara usia anak 6-24 bulan (p = 0,004; OR 3,841; CI 95% 1,610-9,161) dan suhu tubuh (>38,5°C) dengan kejadian kejang demam pada anak (p = 0,008; OR 3,273; CI 95% 1,424-7,524), namun tidak ditemukan adanya hubungan yang signifikan antara jenis kelamin laki-laki (p = 0,314; OR 1,632; CI 95% 0,736-3,616), angka hemoglobin rendah (< 11 g/dL) (p = 0,520; OR 1,446; CI 95% 0,621-3,368) dan angka leukosit tinggi (>17x103/µL darah) (p = 0,758; OR 1,465; CI 95% 0,432-4,969) pada kejadian kejang demam pada anak. Kesimpulan: Usia anak 6-24 bulan dan suhu tubuh (>38,5°C) merupakan faktor prediktor kejang demam pada anak sedangkan jenis kelamin laki-laki, angka hemoglobin rendah (< 11 g/dL) dan angka leukosit tinggi (>17x103/µL darah) bukan merupakan faktor prediktor kejang demam pada anak.

Item Type: Student paper (Final Year Projects (S1))
Uncontrolled Keywords: Kejang demam, usia, suhu tubuh, jenis kelamin, angka hemoglobin, angka leukosit
Subjects: R Kedokteran. Medis > Pediatri
R Kedokteran. Medis > Pediatri > Kesehatan Anak. Layanan Kesehatan Anak
Divisions: Fakultas Kedokteran > Prodi Kedokteran
Depositing User: Jessica Dipta Novyana, A.Md
Date Deposited: 17 Jul 2026 02:47
Last Modified: 17 Jul 2026 02:47
URI: https://repository.ukdw.ac.id/id/eprint/10436

Actions (login required)

View Item View Item