PERANCANGAN FASILITAS WISATA GASTRONOMI DI KOTA SALATIGA

WAHYU AJI PAMUNGKAS (2025) PERANCANGAN FASILITAS WISATA GASTRONOMI DI KOTA SALATIGA. Final Year Projects (S1) thesis, Universitas Kristen Duta Wacana.

[img] Text (Skripsi Arsitektur)
61180390_bab1_bab5_daftarpustaka.pdf

Download (17MB)
[img] Text (Skripsi Arsitektur)
61180390_bab2-sd-bab4_lampiran.pdf
Restricted to Registered users only

Download (19MB) | Request a copy

Abstract

Kuliner saat ini bukan lagi sekadar memenuhi kebutuhan perut, tetapi juga menjadi sebuah gaya hidup, identitas, dan media kreatif untuk mengekspresikan diri. Dalam beberapa tahun terakhir, tren kuliner terus bergulir dan berevolusi seiring dengan perubahan zaman, teknologi, dan selera masyarakat. Masyarakat lebih terbuka terhadap citarasa baru, mencari makanan yang unik, autentik, sehat, dan mampu memberikan sebuah pengalaman yang tak terlupakan. Selain soal rasa, tampilan makanan juga menjadi aspek penting yang turut diberi perhatian, sehingga proses menikmati kuliner tak hanya soal memenuhi perut, tetapi juga menjadi sebuah perjalanan visual dan emosional. Konten kuliner juga lebih mudah diakses dan disebarkan melalui media sosial, sehingga tren lebih cepat meluas dan menjadi perbincangan. Dalam era digital saat ini, sebuah makanan yang tengah viral dapat menjadi sebuah fenomena budaya yang melibatkan masyarakat luas, mulai dari proses pembuatan, penyajian, hingga cara menikmatinya. Namun dengan masuknya tren makanan luar dan fusion food kadang turut menggeser posisi kuliner tradisional, sehingga lambat laun dapat terjadi kepunahan resep-resep otentik dan warisan budaya yang lebih bernilai sejarah. Tahun 2021 Kota Salatiga diusulkan menjadi nominasi Creative City of Gastronomy ke UNESCO malalui surat Komisi Nasional Indonesia. Menurut Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno, Salatiga memiliki wisata kuliner yang kaya. Saat ini Kota Salatiga memiliki kuliner heritage. Kuliner heritage tersebut memiliki jejak sejarah yang erat dengan perdagangan dan interaksi lintas budaya. Interaksi ini memperkaya akulturasi kuliner lokal dengan beragam pengaruh budaya, seperti masakan Jawa, Belanda dan Tionghoa. Dengan maraknya tren wisata berbasis pengalaman (experience-base trourism),fasilitas pariwisata gastronomi di Kota Salatiga dapat menjadi daya tarik utama. Wisatawan tidak hanya mencari makanan enak, tetapi juga cerita sejarah dan pengalaman di balik hidangan tersebut.

Item Type: Student paper (Final Year Projects (S1))
Uncontrolled Keywords: Kuliner, Gastronomi, Wisata, Akulturasi
Subjects: N Seni Rupa > Arsitektur
N Seni Rupa > Seni Dekoratif. Seni Terapan. Dekorasi dan Ornamen
Divisions: Fakultas Arsitektur dan Desain > Prodi Arsitektur
Depositing User: Arta Adi Pratama
Date Deposited: 31 Aug 2026 04:21
Last Modified: 31 Aug 2026 04:21
URI: https://repository.ukdw.ac.id/id/eprint/10462

Actions (login required)

View Item View Item