Dutarya Galenda (2025) EVALUASI TOKSISITAS AKUT EKSTRAK ETANOLIK DAUN MORINGA OLEIFERA BERDASARKAN MORFOMETRI DAN GAMBARAN HISTOPATOLOGI HEPAR MENCIT JANTAN. Final Year Projects (S1) thesis, Universitas Kristen Duta Wacana.
|
Text (Skripsi Biologi)
31210394_bab1_bab5_daftarpustaka.pdf Restricted to Registered users only until 6 December 2027. Download (7MB) | Request a copy |
|
|
Text (Skripsi Biologi)
31210394_bab2-sd-bab4_lampiran.pdf Restricted to Registered users only until 6 December 2027. Download (3MB) | Request a copy |
Abstract
Penggunaan obat herbal menunjukkan tren peningkatan yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Berdasarkan data dari World Health Organization (WHO), sekitar 85% negara berkembang mengandalkan pengobatan berbasis herbal. Meskipun demikian, tidak seluruh produk herbal dapat dipastikan keamanannya. Salah satu tanaman herbal yang banyak dimanfaatkan adalah Moringa oleifera, yang diketahui mengandung berbagai senyawa fitokimia seperti quercetin, flavonoid, dan senyawa fenolik, yang berpotensi menimbulkan efek hepatotoksik, seperti Herb-Induced Liver Injury (HILI). Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efek pemberian ekstrak etanolik daun Moringa oleifera terhadap morfometri dan gambaran histopatologis hati mencit jantan (Mus musculus) melalui uji toksisitas akut. Ekstraksi dilakukan dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 70%. Organ hati diperoleh dari mencit yang diberi ekstrak selama 14 hari dengan tiga dosis berbeda, yaitu 5 mg/kg BB, 50 mg/kg BB, dan 2000 mg/kg BB. Organ tersebut dianalisis secara morfometrik (berat, panjang, lebar, dan tinggi), serta dilakukan pemeriksaan histopatologis dengan pewarnaan hematoksilin-eosin. Parameter histologis yang diamati meliputi nekrosis, vakuolisasi, dan kongesti, yang kemudian dinilai menggunakan sistem skoring (0–4). Hasil pengukuran dimensi hati mencit menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan yang signifikan antar kelompok perlakuan (p>0,05). Pemeriksaan histologis memperlihatkan bahwa dosis 5 dan 50 mg/kgBB hanya menimbulkan perubahan minimal (skor 1), yang bersifat adaptif dan masih berada dalam batas aman. Sebaliknya, pemberian dosis 2000 mg/kgBB mengakibatkan kerusakan jaringan hati yang lebih jelas (skor 3), ditandai dengan vakuolisasi, kongesti, dan nekrosis pada lebih dari 25% lobus hati, yang mengindikasikan adanya efek toksik sedang setelah pemberian selama 14 hari berturut-turut. Temuan ini menunjukkan bahwa pemberian ekstrak etanolik daun Moringa oleifera pada dosis 5 dan 50 mg/kg BB sedang relatif aman bagi hati mencit, namun pada dosis 2000 mg/kg BB berpotensi menimbulkan efek toksik moderat.
| Item Type: | Student paper (Final Year Projects (S1)) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Hati, Histopatologi, Moringa oleifera, Morfometri, Toksisitas Akut |
| Subjects: | Q Ilmu Pengetahuan > Sejarah Alam > Biologi |
| Divisions: | Fakultas Bioteknologi > Prodi Biologi |
| Depositing User: | Arta Adi Pratama |
| Date Deposited: | 02 Oct 2026 04:11 |
| Last Modified: | 02 Oct 2026 04:11 |
| URI: | https://repository.ukdw.ac.id/id/eprint/10608 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
