PENGARUH AKTIVITAS PEMBUANGAN LIMBAH CAIR KAWASAN INDUSTRI PIYUNGAN TERHADAP PROFIL CEMARAN KROMIUM PADA AIR IRIGASI, SEDIMEN DAN BULIR PADI DI SEPANJANG HILIR ALIRAN SUNGAI OPAK, YOGYAKARTA

Arman Roland Maabuat (2025) PENGARUH AKTIVITAS PEMBUANGAN LIMBAH CAIR KAWASAN INDUSTRI PIYUNGAN TERHADAP PROFIL CEMARAN KROMIUM PADA AIR IRIGASI, SEDIMEN DAN BULIR PADI DI SEPANJANG HILIR ALIRAN SUNGAI OPAK, YOGYAKARTA. Final Year Projects (S1) thesis, Universitas Kristen Duta Wacana.

[img] Text (Skripsi Biologi)
31180211_bab1_bab5_daftarpustaka.pdf

Download (3MB)
[img] Text (Skripsi Biologi)
31180211_bab2-sd-bab4_lampiran.pdf
Restricted to Registered users only

Download (3MB) | Request a copy

Abstract

Sungai merupakan salah satu ekosistem perairan yang memiliki peran dalam menunjang kegiatan dan kehidupan manusia, diantaranya dimanfaatkan oleh masyarakat lokal untuk keperluan kehidupan sehari-hari yaitu sebagai sumber perkebunan, pengirigasian air sawah, perikanan dan kegiatan industri. Industri penyamakan kulit menghasilkan limbah yang apabila masuk ke badan air tanpa pengolahan terlebih dahulu akan memicu pencemaran lingkungan. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui adanya kontaminasi dari logam berat kromium di hilir sungai Opak, Yogyakarta, mengetahui perbedaan pencemar berdasarkan titik pengambilan sampel dan mengetahui hubungan konsentrasi logam berat kromium pada air dan sedimen terhadap akumulasi kromium (Cr) pada bulir padi. Terdapat 5 titik stasiun penelitian (Kecamatan Kalasan, Piyungan, Pleret, Imogiri dan Pundong) dengan 3 pengulangan dan 3 sampel yaitu air irigasi, sedimen dan bulir padi. Sampel diekstraksi dengan metode aquaregia dan kadar kromium dianalisis menggunakan AAS. Dari hasil penelitian yang dilakukan menunjukkan bahwa areal persawahan di sepanjang hilir sungai Opak telah terkontaminasi oleh pencemar kromium dengan sebaran pencemar kromium yang telah ditemukan pada sampel air irigasi, sedimen dan bulir padi dengan kisaran dan rerata secara berurutan sebesar 0,064 – 0,146 ppm (rerata 0,108), 0,412 – 2,461 ppm (rerata 0,851) dan 0,108 – 2,762 ppm (rerata 0,440). Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan di areal lahan persawahan sepanjang hilir aliran sungai Opak maka dapat diambil kesimpulan bahwa pada sampel bulir padi dan sedimen tingkat pencemar tergolong aman dibandingkan dengan nilai baku mutu yang ditetapkan, sedangkan pada sampel air irigasi tergolong tidak aman karena sudah melewati standar baku mutu. Nilai konsentrasi kromium yang diambil dari 5 titik stasiun di 5 kecamatan berbeda memiliki nilai konsentrasi yang bervariatif dan korelasi menunjukan bahwa konsentrasi krom pada air irigasi dan tanah sawah secara bersamaan tidak memiliki hubungan secara signifikan terhadap akumulasi krom pada bulir padi

Item Type: Student paper (Final Year Projects (S1))
Uncontrolled Keywords: Industri penyamakan kulit, Distribusi, Kromium (Cr), Pad
Subjects: Q Ilmu Pengetahuan > Sejarah Alam > Biologi
Divisions: Fakultas Bioteknologi > Prodi Biologi
Depositing User: Arta Adi Pratama
Date Deposited: 02 Oct 2026 03:07
Last Modified: 02 Oct 2026 03:07
URI: https://repository.ukdw.ac.id/id/eprint/10604

Actions (login required)

View Item View Item