SABRINA LAURA M.S (2025) ANALISIS PENGARUH SPIRITUAL ABUSE TERHADAP DIRI DAN KOMITMEN JEMAAT DENOMINASI GEREJA NON-MAINSTREAM. Final Year Projects (S1) thesis, Universitas Kristen Duta Wacana.
|
Text (Skripsi Teologi)
01210309_bab1_bab5_daftarpustaka.pdf Download (2MB) |
|
|
Text (Skripsi Teologi)
01210309_bab2-sd-bab4_lampiran.pdf Restricted to Registered users only Download (14MB) | Request a copy |
Abstract
Spiritual abuse atau penyalahgunaan spiritual merupakan tindakan yang dilakukan seseorang yang memiliki kekuasaan dan otoritas seperti pemimpin agama terhadap anggota jemaat di Gereja. Spiritual abuse terjadi ketika para pemimpin menggunakan otoritas mereka untuk mengontrol, memanipulasi, menekan dan mengeksploitasi jemaat dibawahnya. Fenomena spiritual abuse dalam lingkungan gereja ini akan dibahas dan dianalisis dengan menggunakan teori Lisa Oakley dan Kathryn Kinmond dengan pengalaman nyata anggota jemaat di gereja non-mainstream. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bentuk-bentuk spiritual abuse, dampak-dampak yang terjadi, serta pemulihan yang mereka lalui. Metode penelitian ini dengan menggunakan metode kualitatif yaitu dengan wawancara dan analisis mendalam (in-depth analysis) terhadap tiga anggota jemaat yang mengalami spiritual abuse. Hasil penelitian menunjukkan beberapa ciri-ciri spiritual abuse, yaitu penyensoran/pembatasan, akuntabilitas yang dipaksakan, kesesuaian, penolakan terhadap ketidaksesuaian, isolasi, serta manipulasi dan eksploitasi yang selaras dengan teori yang diungkapkan Oakley dan Kinmond. Penelitian ini mengungkap bahwa spiritual abuse di gereja non-mainstream terjadi karena struktur kekuasaan piramidal, tekanan untuk tunduk kepada pemimpin karena dianggap sebagai “otoritas Tuhan” dan doktrin gereja yang disalahartikan. Dampak dari spiritual abuse ini mempengaruhi diri dan komitmen korban yang mencakup trauma, ketidakpercayaan, krisis iman, dan isolasi sosial. Proses pemulihan para korban mencakup dukungan dari teman dan keluarga, dukungan profesional seperti konseling dan rekonsiliasi dengan iman secara pribadi. Penelitian ini juga menyoroti pentingnya kesadaran gereja terhadap spiritual abuse dan perlunya sistem pengawasan di gereja yang lebih transparan agar meminimalisir terjadinya penyalahgunaan kekuasaan, seperti rekomendasi lingkungan gereja yang aman dan anti kritik, pendekatan pastoral terhadap pemimpin maupun jemaat yang empatik, dan dukungan profesional bagi korban spiritual abuse.
| Item Type: | Student paper (Final Year Projects (S1)) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Spiritual abuse, gereja non-mainstream, penyalahgunaan kekuasaan, pemimpin, Gereja |
| Subjects: | B Filsafat. Psikologi. Agama > Filsafat (Umum) |
| Divisions: | Fakultas Teologi > Filsafat Keilahian |
| Depositing User: | Arta Adi Pratama |
| Date Deposited: | 24 Sep 2026 03:05 |
| Last Modified: | 24 Sep 2026 03:05 |
| URI: | https://repository.ukdw.ac.id/id/eprint/10544 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
