MELLY KRISSENSIA RABEL (2025) FAKTOR RISIKO SINDROMA BABY BLUES. Final Year Projects (S1) thesis, Universitas Kristen Duta Wacana.
|
Text (Skripsi Kedokteran)
41210576_bab1_bab5_daftarpustaka.pdf Download (3MB) |
|
|
Text (Skripsi Kedokteran)
41210576_bab2-sd-bab4_lampiran.pdf Restricted to Registered users only Download (5MB) | Request a copy |
Abstract
Latar Belakang : Sindroma baby blues merupakan gangguan mental yang muncul setelah persalinan dengan puncaknya terjadi pada hari ke-3 sampai ke-5, dan bisa berlangsung dari beberapa hari hingga minggu. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi faktor risiko sindroma baby blues di RS Bethesda Yogyakarta dan RS Bethesda Lempuyangwangi Yogyakarta. Hasil penelitian ini diharapkan bisa memberikan insight kepada keluarga dan masyarakat tentang pentingnya menjaga kesehatan mental ibu setelah melahirkan. Metode : Penelitian ini bersifat kuantitatif, menggunakan metode cross sectional dengan metode deskriptif korelatif. Subjek penelitian berjumlah 35 ibu pasca melahirkan. Penelitian menggunakan teknik sampling dengan kriteria inklusi seperti ibu melahirkan di Rumah Sakit Bethesda Yogyakarta dan Rumah Sakit Bethesda Lempuyangwangi, ibu dengan periode januari – november 2024, ibu melahirkan dalam 7 hari terakhir dan ibu melahirkan spontan maupun dengan tindakan. Serta kriteria eksklusi berupa ibu yang mengalami gangguan mental, ibu yang tidak bersedia mengisi lembar kuesioner dan ibu yang memiliki data tidak lengkap. Instrumen yang digunakan meliputi Edinburgh Postnatal Depression Scale (EPDS) untuk menilai kondisi sindroma baby blues selama periode 7 hari postpartum dan Postpartum Depression Prediktirs Inventory (PDP) untuk mengukur dukungan keluarga (pasangan, keluarga, teman). Data dianalisis menggunakan uji statistik chi square (x)2. Hasil : Dari 35 responden didapatkan 25 responden yang mengalami sindroma baby blues pada 71,42%. Hasil penelitian menunjukan adanya hubungan signifikan pada variabel pendidikan p = 0,043, jenis persalinan p = 0,042, paritas p = 0,040 dan pekerjaan p = 0,038 dengan kejadian sindroma baby blues. pada analisa multivariat, paritas (p =0,02) memiliki hubungan signifikan dengan sindroma baby blues. Kesimpulan : Terdapat hubungan yang signifikan antara sindroma baby blues dengan pada variabel pendidikan, jenis persalinan, paritas dan pekerjaan. Tidak ada hubungan yang signifikan antara variabel usia, komplikasi kelahiran, dukungan keluarga, kondisi bayi dan riwayat depresi dengan sindroma baby blues.
| Item Type: | Student paper (Final Year Projects (S1)) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Baby blues, postpartum, faktor risiko, cross sectional, kesehatan mental ibu |
| Subjects: | B Filsafat. Psikologi. Agama > Psikologi R Kedokteran. Medis > Ginekologi dan Kebidanan |
| Divisions: | Fakultas Kedokteran > Prodi Kedokteran |
| Depositing User: | Jessica Dipta Novyana, A.Md |
| Date Deposited: | 15 Sep 2026 04:43 |
| Last Modified: | 15 Sep 2026 04:43 |
| URI: | https://repository.ukdw.ac.id/id/eprint/10486 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
