HUBUNGAN STATUS GIZI DAN SARKOPENIA PADA LANSIA DI KELURAHAN ARGOSARI, KAPANEWON SEDAYU, KABUPATEN BANTUL

HILSAZEA HARTONO (2025) HUBUNGAN STATUS GIZI DAN SARKOPENIA PADA LANSIA DI KELURAHAN ARGOSARI, KAPANEWON SEDAYU, KABUPATEN BANTUL. Final Year Projects (S1) thesis, Universitas Kristen Duta Wacana.

[img] Text (Skripsi Kedokteran)
41210524_bab1_bab5_daftarpustaka.pdf

Download (1MB)
[img] Text (Skripsi Kedokteran)
41210524_bab2-sd-bab4_lampiran.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB) | Request a copy

Abstract

Pendahuluan: Sebanyak 11,75% penduduk Indonesia pada tahun 2023 tergolong lansia, dengan Yogyakarta menjadi provinsi dengan proporsi lansia tertinggi sebesar 16,69%. Seiring bertambahnya usia, masalah kesehatan cenderung meningkat. Saat ini, cedera akibat penuaan sebagai penyebab utama kematian. Cedera ini sering dikaitkan dengan atrofi otot yang menyebabkan penurunan fungsi signifikan, seperti perlambatan gerak dan kelemahan otot, yang dikenal sebagai sarkopenia. Lansia berisiko mengalami sarkopenia akibat malnutrisi atau obesitas yang dapat dipengaruhi dari asupan makanan sehingga memengaruhi kekuatan otot dan mobilitas. Tujuan: Mengetahui hubungan status gizi terhadap tingkat kejadian sarkopenia pada lansia di Kelurahan Argosari, Kapanewon Sedayu, Kabupaten Bantul. Metode: Penelitian ini menggunakan metode cross sectional. Penelitian dilakukan dengan menganalisa data sekunder dari penelitian sebelumnya pada data warga Kelurahan Argosari, Kapanewon Sedayu, Kabupaten Bantul yang berusia ≥60 tahun dengan teknik total sampling. Data berupa data demografi, hasil penilaian sarkopenia yang diukur dengan kuesioner SARC-F, hasil penilaian status gizi dengan pengukuran Indeks Massa Tubuh, dan hasil penilian asupan makanan dengan kuesioner Mini Nutritional Assessment. Variabel dari penelitian ini adalah status gizi dan asupan makanan sebagai variabel bebas, dan sarkopenia sebagai variabel terikat. Analisis data menggunakan uji univariat dan uji bivariat Chi-Square. Hasil: Jumlah subjek yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi sebanyak 130 responden. Berdasarkan hasil uji univariat, didapatkan dominasi lansia memiliki status gizi normal (58,5%), asupan makanan baik (66,2%), dan tidak mengalami sarkopenia (89,2%). Hasil uji bivariat Chi-Square menunjukkan hasil tidak ada hubungan signifikan antara status gizi dengan sarkopenia (p = 0,324) dan tidak ada hubungan signifikan antara asupan makanan dengan sarkopenia (p = 0,876). Kesimpulan: Tidak terdapat hubungan signifikan antara status gizi dan sarkopenia pada lansia di Kelurahan Argosari, Kapanewon Sedayu, Kabupaten Bantul.

Item Type: Student paper (Final Year Projects (S1))
Uncontrolled Keywords: Lanjut Usia, Status Gizi, Asupan Makanan, Sarkopenia.
Subjects: R Kedokteran. Medis > Kedokteran (Umum)
R Kedokteran. Medis > Aspek Umum Kedokteran > Kesehatan Publik. Kebersihan. Kedokteran Pencegahan
Divisions: Fakultas Kedokteran > Prodi Kedokteran
Depositing User: Jessica Dipta Novyana, A.Md
Date Deposited: 17 Jul 2026 02:47
Last Modified: 17 Jul 2026 02:47
URI: https://repository.ukdw.ac.id/id/eprint/10437

Actions (login required)

View Item View Item