HUBUNGAN KADAR HBA1C DENGAN TEKANAN DARAH PADA PASIEN DIABETES MELITUS DI RS BETHESDA LEMPUYANGWANGI

MARISA MAULI NAINGGOLAN (2025) HUBUNGAN KADAR HBA1C DENGAN TEKANAN DARAH PADA PASIEN DIABETES MELITUS DI RS BETHESDA LEMPUYANGWANGI. Final Year Projects (S1) thesis, Universitas Kristen Duta Wacana.

[img] Text (Skripsi Kedokteran)
41200484_bab1_bab5_daftarpustaka.pdf

Download (1MB)
[img] Text (Skripsi Kedokteran)
41200484_bab2-sd-bab4_lampiran.pdf
Restricted to Registered users only

Download (3MB) | Request a copy

Abstract

Latar Belakang: Diabetes melitus (DM) adalah penyakit kronis dengan komplikasi serius seperti kerusakan mikrovaskular dan makrovaskular yang diperparah oleh hipertensi sebagai komorbiditas umum. Kadar HbA1c menjadi indikator penting dalam memantau kontrol glikemik di mana kadar tinggi meningkatkan risiko komplikasi. Rumah Sakit Bethesda Lempuyangwsangi merupakan salah satu rumah sakit rujukan bagi pasien DM yang menjadi tempat yang ideal untuk melakukan penelitian mengenai hubungan antara kadar HbA1c dan tekanan darah pada pasien diabetes melitus. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan HbA1c dengan tekanan darah pada pasien diabetes mellitus di RS Bethesda Lempuyangwangi Metode: Penelitian ini merupakan studi analitik observasional dengan desain cross-sectional. Populasi penelitian adalah pasien diabetes melitus rawat jalan dan rawat inap di RS Bethesda Lempuyangwangi. Data yang digunakan didapatkan melalui rekam medis pasien dan dianalisis dengan spearman rank untuk mengukur hubungan antara tekanan darah pasien dengan diabetes melitus. Hasil Penelitian: Hasilnya yang di dapatkan dari 70 pasien yang memenuhi kriteria inklusi adalah pasien diabetes melitus di RS Bethesda Lempuyangwangi memiliki kadar HbA1c yang tidak terkontrol (≥6,5%). Derajat tekanan darah pada pasien diabetes melitus di RS Bethesda Lempuyangwangi didominasi oleh hipertensi derajat 1 sebanyak 24 orang (34,3%). Terdapat hubungan signifikan antara kadar HbA1c dan derajat tekanan darah pada pasien diabetes melitus (p=0,035) dengan korelasi positif lemah (r=0,253). Terapi antihipertensi seperti Calcium Channel Blockers (CCB) atau penghambat RAAS telah digunakan dan terbukti efektif dalam menurunkan tekanan darah sekaligus meningkatkan kontrol glikemik. Kesimpulan: Terdapat hubungan HbA1c dengan tekanan darah pada pasien diabetes mellitus di RS Bethesda Lempuyangwangi

Item Type: Student paper (Final Year Projects (S1))
Uncontrolled Keywords: Kadar glukosa darah, Tekanan darah, HbA1c, Diabetes melitus, Hipertensi.
Subjects: R Kedokteran. Medis > Aspek Umum Kedokteran > Kesehatan Publik. Kebersihan. Kedokteran Pencegahan
R Kedokteran. Medis > Kedokteran Internal
Divisions: Fakultas Kedokteran > Prodi Kedokteran
Depositing User: Jessica Dipta Novyana, A.Md
Date Deposited: 14 Jul 2026 03:29
Last Modified: 14 Jul 2026 03:29
URI: https://repository.ukdw.ac.id/id/eprint/10433

Actions (login required)

View Item View Item